Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Model Pembelajaran Jigsaw, STAD, dan Kepala Bernomor

Masih dalam pembahasan macam-macam model pembelajaran, berbicara tentang model pembelajaran memang menjenuhkan, terutama bagi kita yang sudah terbiasa dengan model pembelajaran tertentu saja, dan biasanya adalah model ceramah. Karena sejak masa kecil kita dulu juga diajar oleh guru dengan model kebanyakan adalah ceramah. Padahal ada sekian banyak model pembelajaran, kita malas dalam memperlajarinya, dan juga menerapkannya karena harus menghafal langkah-langkahnya. Tapi anggap saja kita semua akan mencoba model-model pembelajaran yang baru, maka berikut ini kami akan ulas beberapa model pembelajaran lanjutan dari postingan kami sebelumnya. Model-model pembelajaran yang akan kita pelajari adalah sebagai berikut.

Model Pembelajaran Kepala Bernomor


Model pembelajaran ini adalah modifikasi dari model pembelajaran number heads, adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini.
  1. Peserta didik atau siswa dibagi dalam kelompok. Setiap peserta didik dalam setiap kelompok tersebut mendapatkan nomor
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai, misalnya: siswa yang bernomor satu bertugas mencatat soal. Sedangkan siswa yang mendapatkan nomor dua mengerjakan soal dan siswa bernomor tiga melaporkan hasil pekerjaan tersebut dan begitu seterusnya.
  3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa yang bernomor sama dari kelompok lain. Pada kesempatan ini peserta didik dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mengkroscek (cocokkan) hasil kerja sama mereka
  4. Ssiswa melaporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  5. Langkah terakhir adalah guru membuat kesimpulan pembelajaran.

Model Pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions (STAD)


Maksud dari model pembelajaran ini adalah tim siswa kelompok prestasi, model pembelajaran ini dikenalkan oleh Slavin pada tahun 1995. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
  1. Siswa membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen atau dicampur, misalnya berdasarkan prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok dan selanjutnya dikerjakan oleh seluruh anggota dari kelompok tersebut
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis siswa dilarang untuk saling membantu
  5. Guru memberikan evaluasi dan membuat kesimpulan

Model Pembelajaran Jigsaw (Model Tim Ahli)
Model pembelajaran jigsaw dikembangkan oleh Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, pada tahun 1978. Cara atau langkah model pembelajaran Jigsaw adalah sebagai berikut
  1. Peserta didik dikelompokkan ke dalam kurang lebih 4 anggota perkelompok
  2. Tiap siswa dalam kelompok diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap siswa dalam kelompok diberi bagian materi yang ditugaskan kepada siswa tersebut
  4. Anggota dari kelompok yang berbeda yang telah mempelajari bab atau sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai kelompok ahli selanjutnya setiap anggota kembali lagi ke dalam kelompok asal mereka dan bergantian menjelaskan kepada teman satu kelompok mereka tentang sub bab yang telah mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi mereka
  7. Selanjutnya guru memberi evaluasi
  8. Langkah terakhir guru mentup pelajaran

Posting Komentar untuk "Model Pembelajaran Jigsaw, STAD, dan Kepala Bernomor"